Jumat, 26 November 2010

I love you Sir

Terik matahari semakin menyengat, Lona menghapus peluh di keningnya dengan telapak tangan yang kotor akibat seharian bergumul lumpur dan tanaman danau. Pandangannya menerawang, mengawasi segerombolan burung bangau yang terbang di sekitar danau. Tatapannya tiba-tiba berhenti pada sesosok laki-laki yang berjalan ke arahnya. Sedikit terkejut, Lona mendongak dan menyipitkan matanya. 
"Maaf, dimana saya bisa menemukan tempat penginapan di sekitar sini?!" ucap Pria itu, Lona terdiam sejenak, mengamati sosok di hadapannya. Takjub dengan ciptaan Tuhan yang tengah berdiri di hadapannya.
" Maaf, apakah saya bisa tahu dimana saya bia menemukan penginapan di dekat sisni?" ulang pria itu. Lona tersentak, terseret dari keterpanaannya.
"Ah..itu...di sana....Taman kota, ." Pria itu mengerutkan keningnya hingga alis matanya yang tebal saling bertaut, 
"Ehm..maksud saya anda bisa menemukan penginapan di sana, sebelum Taman Kota, ada sebuah penginapan di sana." ucap Lona, memperbaiki kalimat sebelumnya.
"Oh..terimakasih kalau begitu." 
Lona mengangguk, sambil terus mengawasi pria itu berjalan meninggalkannya. Tiba-tiba dia tersadar bahwa penampilannya saat itu pasti sangat kacau, ditambah lumpur-lumpur yang melekat di tangan dan bajunya. Spontan Lona menepuk-nepuk ujung bajunya,berharap lumpur-lumpur itu terlepas dari bajunya. Sebuah senyum mengembang di wajah Lona, mengingat kembali Pria yang dilihatnya tadi. Wajah yang cerah dengans enyum yang cemerlang, alis mata tebal membingkai mata indahnya, hidung menjulang tinggi dengan bibir sedikit kemerahan yang indah. Ditambah dengan tinggi badan hampir 190an cm, pria itu tampak sempurna.
***
Suasana Rumah kaca cukup lenggang, hanya tinggal beberapa anak yang masih tersisa di sana. Tugas dari Prof. Jason memaksa mereka untuk tetap tinggal di sana. 
" Setelah hari ini mungkin aku tidak akan mau lagi masuk ke Rumah kaca." celetuk Mery. Tangannya sibuk memindahkan beberapa pot tanaman jeruk ke dalam pot yang lain, 
" Kamu mau berakhir dengan mengulang kuliah ini?" ucap Mona dengan tawa menyeringai di wajahnya.
" Tapi ini sudah benar-benar keterlaluan, sudah jam berapa ini dan kita masih berdiam diri di tempat ini dengan sekumpulan tanaman jeruk bodoh yang terinfeksi kutu sisik." sergah Mery
" Tenanglah..setidaknya kita lebih beruntung dari Lona yang harus memindahkan tanaman di sekitar Danau, apa kau tahu, danau itu agak..angker."
" Jangan mengada-ada.."
" Aku serius...beberapa waktu yang lalu Mrs. Lupin menceritakan padaku bahwa dia melihat seorang gadis dengan gaun panjang berjalan di atas danau itu."
" Mona..hentikan cerita konyolmu itu..!!!" 
Tawa mona pecah melihat wajah pucat Mery. 
"Aku akan membalasmu..!!" ucap Mery marah, sambil melemparkan segumpalan tanah ke arah Mona. 
" Hey..hentikan....aku kan cuma bercanda..." teriak Mona sambil melindungi wajahnya dari serangan Mery.
" Kalian bersenang-senang dengan meninggalakan aku?" ucap sebuah suara, Lona berdiri di belakang mereka dengan penampilan sanagt berantakan dan lumpur kering di wajahnya. Melihat Lona seperti itu Mery dan Mona tertawa bersamaan.
" Apa yang lucu?"
" Wajahmu...kau sudah tampak seperti gelandangan."
"Membersihkan tanaman liar di pinggir danau seluas itu bukan pekerjaan yang mudah nona-nona." Ucap Lona seraya merapikan letak topi kumalnya,
" Kapan kau akan membuang benda menjijikkan itu?" ucap Merry
" Tidak akan..jangan bermimpi..aku lebih baik kehilangan seluruh bajuku daripada topi ini."
" Dasar jorok."
"Kalian sudah dengar akan ada Pengajar yang baru?"
"Maksudmu dosen baru?" Timpal Mona
" Iya..." jawab Merry, Lona menggeleng lemah...diikuti suara perutnya yang nyaring.
" Lona...memalukan tahu.." desisi Mona
" Sorry banget..seharian ini aku belum makan Mon.."
" Memangnya kau tidak istirahat?"
" Tadi aku sibuk menatap danau..mencari inspirasi.." ucap Lona sambil menyeringai lebar.
" Aku berani bertaruh..kau hanya duduk melamun di pinggir danau sepanjang hari ini." ucap Merry
" Aku hanya melamun sepanjang waktu istirahat Merry..jangan terlalu membesar-besarkannya."
Merry mengurungkan niatnya mendebat perkataan Lona ketika Prof. Jason masuk ke dala rumah kaca.
"Bagaimana pekerjaan kalian?..sudah selesai?"
" Hampir Prof., hanya tinggal mengambil sedikit sample daun yang terserang kutu untuk dianalisis di Lab." ucap Yoppy sambil melirik sedikit ke arah Lona dan teman-temannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar